BREAKINGNEWSONE - Makassar,—Rencana kerja sama pengelolaan parkir antara manajemen restoran Gacoan Makassar dan perusahaan pengelola parkir PT Pendor menuai penolakan dari juru parkir serta masyarakat sekitar outlet."04/01/26
Penolakan tersebut dipicu minimnya sosialisasi, ketidaksiapan kondisi lapangan, serta kekhawatiran hilangnya mata pencaharian warga.
Koordinator Juru Parkir Gacoan Pettarani, DT, menilai rencana pemasangan palang parkir otomatis tidak mempertimbangkan karakteristik lahan parkir di sejumlah outlet yang sempit dan tidak seragam.
“Selama ini parkir bisa tertib karena diatur manual. Kalau palang otomatis dipaksakan tanpa juru parkir, risiko kendaraan saling bersenggolan dan parkiran cepat penuh sangat besar,” ujar DT.
DT juga menegaskan bahwa juru parkir dan warga sekitar telah lama berperan menjaga ketertiban parkir, bahkan sebelum sistem pengelolaan modern direncanakan.
“Kami bukan baru ada. Ada proses panjang dan kontribusi yang tidak bisa diabaikan begitu saja,” katanya.
Penolakan juga disampaikan juru parkir dari Outlet Hertasning dan Ratulangi. Perwakilan juru parkir, PI, menyebut bahwa selain berdampak langsung pada mata pencaharian puluhan warga, absennya juru parkir berpotensi menurunkan pengawasan terhadap keamanan kendaraan pengunjung.
“Kalau tidak ada yang mengawasi langsung, risiko kehilangan barang di kendaraan menjadi tanggung jawab siapa?” ujar PI.
Koordinator Juru Parkir Gacoan Pengayoman, DM, menyoroti proses perencanaan kerja sama yang dinilai tidak transparan karena dilakukan tanpa dialog dengan juru parkir di lapangan.
“Kami mengetahui rencana ini secara tiba-tiba. Padahal kami yang setiap hari berada di lapangan dan menjaga parkiran,” kata DM.
DM juga mempertanyakan keseriusan PT Pendor terkait janji mempekerjakan kembali juru parkir. Menurutnya, hingga pertemuan berlangsung, tidak ada penjelasan rinci mengenai status kerja maupun besaran upah.
“Kalau kami dipekerjakan, harus jelas skemanya dan sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan serta aturan pemerintah daerah. Jangan hanya janji tanpa kepastian,” tegasnya.
Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan PT Pendor, Manajer Gacoan Pengayoman, dan juru parkir, pihak PT Pendor disebut menyampaikan rencana pengelolaan parkir, namun belum memberikan kejelasan terkait aspek ketenagakerjaan. Hingga berita ini diturunkan, PT Pendor belum menyampaikan pernyataan resmi tertulis untuk menanggapi penolakan tersebut.
Sementara itu, Manajer Outlet Gacoan Pengayoman berinisial R menegaskan bahwa pihak manajemen outlet tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan parkir.
“Kami bertugas mengelola operasional internal restoran, termasuk penjualan dan karyawan. Untuk urusan parkir di luar area operasional, itu bukan ranah kami,” ujarnya.
Juru parkir dan warga sekitar berharap adanya dialog terbuka dan transparan yang melibatkan semua pihak sebelum kebijakan diterapkan, agar solusi yang diambil tidak hanya berorientasi pada efisiensi bisnis, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan ketertiban lingkungan.
(Haris Rate)
