BREAKING NEWS ONE -Upaya mediasi antara warga Desa Subaim dan manajemen PT Alam Raya Abadi (ARA) kembali menemui jalan buntu. Pertemuan yang difasilitasi Kapolsek Wasile, AKP Mus Senen, pada Senin malam 2 Februari 2026 belum menghasilkan kesepakatan terkait tuntutan kompensasi lahan.
Mediasi tersebut digelar menyusul aksi pemalangan jalan hauling perusahaan yang telah berlangsung hampir satu bulan. Warga bersikukuh menuntut pembayaran kompensasi lahan sebelum aktivitas perusahaan kembali berjalan.
Dalam pertemuan itu, Manajer PT. ARA, Liu Peng, menyatakan pihak perusahaan siap menyelesaikan tuntutan warga melalui skema dana Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tahun 2026. Ia menyebut, dana tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk bantuan pembangunan tempat ibadah di Desa Subaim.
“Kami akan memberikan bantuan untuk Masjid Desa Subaim, demi kepentingan masyarakat, baik pada perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha,” ujar Liu di hadapan warga.
Selain itu, Liu meminta masyarakat menyerahkan kembali data-data pendukung yang dibutuhkan untuk proses administrasi kompensasi. Menurutnya, data sebelumnya tidak lagi tersedia sehingga diperlukan pembaruan dokumen.
“Silakan serahkan data-data terbaru agar bisa kami proses,” katanya.
Namun, tawaran tersebut ditolak warga. Imam Masjid Darul Fatah Desa Subaim, Halib Naegunung, menegaskan bahwa tuntutan kompensasi lahan tidak berkaitan dengan dana PPM. Menurutnya, PPM merupakan program yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat secara umum di Kecamatan Wasile, bukan untuk menyelesaikan persoalan hak atas lahan.
“Program PPM nanti dibahas bersama pemerintah desa dan kecamatan. Tapi hari ini kami hanya menuntut kompensasi lahan,” tegas Halib.
Ia juga menyatakan, aksi pemalangan jalan hauling akan terus dilakukan, hingga perusahaan merealisasikan pembayaran kompensasi sesuai tuntutan warga.“Selama belum ada kompensasi, tidak ada aktivitas hauling. Kalau sudah dibayarkan, silakan perusahaan beroperasi,” ujarnya.
(SURIANI)
